Sunday, August 23, 2015

Dasar

ku lukiskan di dasar hatiku
suatu ruangan lapang antara dua gunung
sebuah lembah landai
di tengah perbatasan utara hingga selatan

ku sediakan lembah ini
yang selalu hitam gelap
ku tanam perasaan hampa
dalam dalam
seperti benih tumbuhan

ku semai ia dengan baja dendam
tumbuh ia menjalar dalam diriku
batang berduri membelit isi
meracun darah menyemai benci

kusediakan lembah ini untuk diriku sendiri
penuh pohon menjalar berduri
kerana makhluk kecil bernama aku
ternyata dari awal masanya
sendiri hingga penamat dunia gila ini

Saturday, June 27, 2015

Pengapungan

malam ini aku berlayar
menyusuri genangan nasib
meredah lautan malam
dalam hati kecewa
dalam putus asa

kehendak manusia bukan apa apa
tiada berhak atas dirinya
bukan manusia bukan alam
bukan siapa siapa
bukan diatas bukan di bawah
nasib manusia hanyalah
lautan jalinan masa
silam kini dan depan

jadi kau katakan sajalah
aku tak lagi upaya
nasib aku di pengapungan
lautan resah
Kau sebutkan saja
tak lagi aku mampu ucapkan
jiwaku terus dibawa alunan
di tengah gelap lautan dalam
tanpa penghabisan
tanpa pengakhiran

Wednesday, June 10, 2015

Orang Macam Kita

orang macam kita
kadang kala terus lupa
dalam kemewahan yang ditaburkan
tentang kesusahan waktu dulu
bila tercuit kesenangan
idealisme mulai goyang
nafsu serakah sudah menjarah jiwa
buat orang macam kita
terus lupa dan alpa
jadi harus dan mesti
orang macam kita ini
jangan terlampau bersenang senang
jangan terlampau bermewahan
itu adalah penyakit
jangan biarkan ia menular
kerana siapa lagi 
lindungi dan suarakan hak
orang orang  macam kita
kalau bukan kita
dan terus menolak lupa

Friday, June 5, 2015

Malam ini milikmu

malam ini milikmu
di ranjang ditaburi bunga
hiasan berkilauan mewah
erat berpelukan dalam hawa cinta
bercanda ketawa berdua

ternyata malam ini bukan malamku
di lantai sejuk keras
ditemani siling putih kosong
diam
merenung kisah kita

jadi baik saja aku lupakan
kisah kita yang tak menjadi
moga hidupmu senang saja
ku nyanyikan lagu buat penenang hati
dan doakan kau dan dia abadi

Friday, May 8, 2015

Cinta itu kesialan

Malam datang lagi kepadaku
Kepalaku berat seperti selalu
Jariku ingin sekali menulis
Takkan terdaya hati terguris

Malam datang lagi
Bawa memori dari pintu kenangan
Putar putar bawah tari masa
Dan kipas di atas kepala

Aku tutup semua lampu
Cahaya remang remang dari luar
Kepalaku berat lagi
Cinta tak berpenghalang
Inikah rasanya?

Dalam gelap
Aku terdiam
Teringat suatu kata
Cinta itu pembodohan
Ya cinta itu pembodohan
Kata yang aku kemam dulu
Keluar lagi ia malam ini

Tak berduit
Tak berharta
Tiada rupa
Kasta yang hina
Apa lagi pilihan yang ada?

Aku lihat badan ku dicermin
Kurus melengkung ke depan
Aku lihat wajahku di cermin
Buruk lagi hitam
Tapi wajahku adalah kebenaran
Dan cinta itu kesialan!

Monday, April 13, 2015

Berita Jam Lapan

Sampai malam datang
Tv tayangkan berita jam lapan
Haruskah aku bertanya
Sampai bila tipu begini, tuan?
Sampai bila?
Tak ada jawapan