Ketika kau masih lena
Matahari belum melimpah sinar kurniaannya
Aku bangun dalam kesejukan
Dengan kekejangan semalam yang masih terasa
Untuk mengumpil garis garis rezeki
Ketika kau bersiap ke pejabat besarmu
Ku redah semak semak berselirat
Dengan sang nyamuk menjadi teman bicara
Yang tak sudah sudah bercerita tentang hari semalam
Ketika kau tunduk hormat pada atasan
Aku tunduk menyembah perdu perdu tua yang setia
Moga moga ia terus bersimpati padaku
Dan memberi sebahagian dari dirinya
Seperti semalam
Agar dapatku hidup esok hari
Jadi bila kau kata darjatmu lebih tinggi dariku
Mana buktinya?
Aku penoreh, berharap dari alam yang tak mengkhianati
Tak pernah pula aku rasa terkeji
Mungkin orang orang sepertimu sudah lupa
Satu hari apabila pejabat pejabat batu itu runtuh
Pasti kau akan menoleh kembali kepadaku
Si penoreh dan perdu getah tua ini.
No comments:
Post a Comment